Selasa, 22 Maret 2016

Asal Usul Nama Milo


Siapa tidak kenal Dancow? Kurasa hampir semua orang pernah mendengarnya, atau  malah pernah mengonsumsinya barangkali. Tidak heran, perusahaan anakan Nestle ini memang merupakan salah satu jempolan produk susu anak di Indonesia. Produknya sudah menjamur di mana-mana, mulai dari kota besar hingga desa, dari ujung Barat hingga ujung Timur, dari atas gunung hingga pinggir pantai, semua dimasuki olehnya.
Perkembangan Dancow yang melesat bagai roket tidak bisa tidak dirasakan oleh Nestle. Perusahaan raksasa itu pun berencana membuat satu perusahaan lagi di Indonesia. Tapi mau buat apa? Setelah diskusi panjang tanpa tidur selama beberapa hari, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat perusahaan minuman cokelat.

Membuat sebuah perusahaan tidaklah seremeh membuat mi instant. Butuh ketelitian tinggi dan berbagai macam riset untuk meminimalisir masalah, karena bencana kecil saja bisa fatal akibatnya. Maka datanglah utusan dari perusahaan minuman cokelat ini ke perusahaan Dancow. Karena sama-sama dari Nestle, si Dancow menerimanya dengan baik.

"Hei, bagi rahasia dong, kenapa sih kok Dancow bisa sesukses ini di Indonesia?" kata X, utusan dari peruahaan cokelat.

"Hmm... Kamu sudah meneliti budaya Indonesia?" kata Mister D dengan nada menghakimi. Alisnya yang tebal mengernyit.

Tanpa menjawab sudah atau belum, si X langsung berceloteh, "menghormati orang yang lebih tua, tangan kanan lebih sopan, budaya kebersamaan, -"

"STOP!" teriak Mister D tiba-tiba, "Itu dia! Kebersamaan, alias kesatuan."

Lalu dengan bersemangat Mister D menjelaskan bahwa Dancow sukses karena slogannya. Slogan "Aku dan Kau suka Dancow" begitu mengena ke berbagai macam kalangan masyarakat di Indonesia. Saking mengenanya, bahkan orang dewasa yang sudah tidak mengonsumsi Dancow pun masih hafal dengan slogan tersebut. Sebenarnya kekuatan slogan ini ada pada kata "Aku dan Kau". Kata-kata itu sangat pas dengan budaya kesatuan Indonesia, sehingga seolah-olah Dancow ini adalah Indonesia. Makanya tidak heran jika Dancow sangat digandrungi di sini.

Bunyi nafas terengah-engah terdengar tepat pada saat Mister D selesai memberi penjelasan. Rupanya dia lupa untuk mengambil nafas saking bersemangatnya cerita. Sedangkan X masih terdiam di tempat sambil melongo, berusaha memproses data yang masuk.

Singkat cerita pembicaraan itu berlanjut ke sesi ngopi bareng dan ngobrol santai. Setelah itu X pamit pulang.

Setengah tahun setelah pertemuan penting tersebut, produk minuman cokelat buatan Nestle turun ke pasaran. Anak perusahaan Nestle, sang perusahaan multinasional, yang membuka perusahaannya di Jakarta ini menamai minumannya dengan patokan slogan "Aku dan Kau" milik Dancow.

Namanya adalah...... MILO! Yang merupakan cara baca dari Me, alias aku(Inggris) dan Loe alias kau(Jakarta).

Kembali Terpesona tuk Kesekian Kalinya

Hampir semua orang memanggilnya Blog. Bukan karena dia goblok, melainkan karena namanya memang Blog. Dia cukup anggun. Aku pertama kali kenal dengannya pada saat duduk di bangku SMP. Sudah lama sih, tidak heran kalau aku lupa dulu kenal di mana. Omong-omong dulu kami sempat menjalin hubungan, lho. Namun hubungan kami tidak berlangsung lama. Pelan-pelan aku mulai menjauh dan meninggalkannya sendiri.

Aku mulai PDKT lagi saat liburan kelulusan SMA. Setelah bertahun-tahun tak bertatap muka dengan Blog, aku kembali tertarik padanya. Bukan tanpa sebab aku kembali merajut hubungan yang sempat kandas ini, semua karena bisikan sebuah buku yang berjudul "Evil Plans". Buku bersampul merah tersebut merupakan buah tangan Hugh MacLeod, seorang kartunis yang hobi ngeblog. Selama membaca bukunya, dia terus menerus mendesakku agar kembali berhubungan dengan si Blog. Blog adalah gadis idaman, dia tidak hanya dapat membantumu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, juga dapat membuat hidupmu lebih berarti, katanya berulang kali. Berkat suara Hugh yang tak henti-hentinya mengiang di telingaku, aku pun kembali mencoba tuk menjalin asmara dengan si Blog. Kami pun jadian. 

Jika penasaran dengan kisah kasih kami, kalian dapat mengikutinya di www.hasberta.blogspot.com. Omong-omong hasberta itu singkatan dari hasrat berbagi cerita, hehehe... Isinya tentang corat-coret saat liburan dan tugas kuliah. 

Bulan demi bulan berlalu. Hubungan yang sempat mesra perlahan kehilangan rasa. Lagi-lagi aku perlahan menjauh, terlena oleh godaan si Malas yang kerap cemburu pada kemesraan kami. Untuk kedua kalinya aku putus dengan Blog.

Sang waktu kembali berputar. Tugas-tugas dan segala macam rutinitas kampus membuatku cepat melupakan  si Blog.

Takdir bekerja secara misterius. Setelah dua kali menjalani hubungan pasang surut, takdir kembali membawaku ke titik ini, titik di mana mataku disilaukan oleh pesona anggun Blog yang tak lekang oleh waktu. Tapi kali ini bukan Hugh yang menyingkap mataku, melainkan Budiman Hakim, dengan bukunya yang berjudul "SAYA PENGEN JADI COPYWRITER".

Aku menuruti kata hatiku. 

Dan dengan terposnya tulisan ini, maka status hubungan antara Rido dan Blog resmi kembali terjalin. Doakan agar kami tetap langgeng dan hubungan kami bisa menjadi berkat untuk banyak orang. Terima kasih.